Yuk kenalan sama Kaleef Rakka Soeriaatmadja alias DJ Kai! (dok. Instagram @daftkai)

TEENS OF INDONESIA: Kaleef Rakka Soeriaatmadja

Kaleef Rakka Soeriaatmadja yang biasa dipanggil Kai memang masih berusia 14 tahun, tapi dia sudah jago nge-DJ dan sering tampil di berbagai acara lho, Teens. 

Umur bukan jadi hambatan untuk berkarya, Teens. Lihat saja Kai yang masih kelas 9 (3 SMP) tapi sudah piawai nge-DJ. Cowok yang satu ini sudah tertarik pada dunia Disc Jockey sejak kelas 5 SD, lho. "Aku mulai tertarik sama nge-DJ itu dari kelas 5 SD, tapi baru mulai nge-DJ kelas 6 SD. Kelas 7 baru deh mulai manggung-manggung," ujarnya saat ditemui oleh Teen.co.id di Plaza Indonesia beberapa waktu lalu. 

Kai saat ditemui setelah acara Kids Saturdance di Plaza Indonesia (dok. Teen.co.id // sorasarah)
Kai saat ditemui setelah acara Kids Saturdance di Plaza Indonesia (dok. Teen.co.id // sorasarah)

Kai juga menceritakan mengenai sejarahnya tertarik di dunia DJ-ing. Ternyata nggak jauh-jauh nih, ayahnya juga seorang DJ, lho. "Awalnya aku suka memang karena mendengarkan lagu. Terus melihat ayahku yang juga DJ," ujarnya. Ayah Kai yang bernama Micko memang berprofesi sebagai DJ, Teens. "Waktu ngelihat ayah, aku merasa itu keren terus ingin ikut. Akhirnya ikut belajar juga dan sekarang begini deh. Untungnya ayah sama mama support banget," tambahnya. 

Orang tua Kai rupanya mendukung dan memperbolehkan Kai berkreasi dalam dunia seni. Asalkan, ia serius dan nggak setengah-setengah, nih. "Dari kecil mama suka nyanyi dan suka musik, ayah DJ terus satu keluarga related to music, jadi aku merasa terdukung juga dan keluargaku nggak apa-apa asal aku serius, jangan setengah-setengah dan cuma buang-buang waktu," tambahnya. 

Nggak cuma musik, Kai juga serius dalam belajar (dok. Instagram @daftkai)
Nggak cuma musik, Kai juga serius dalam belajar (dok. Instagram @daftkai)

Kai pun membuktikannya dengan tetap serius dalam menjalankan studi. Menurutnya, yang penting balance. "Jadi aku setiap tahun pertama sekolah itu selalu bikin schedule untuk 1 minggu. Harus ngapain di jam berapa dan sebagainya. Aku harus mengikuti schedule yang aku buat itu supaya teratur dan alhamdullilah it works out," jelasnya. 
Membuat schedule mingguan tersebut datangnya langsung dari Kai dan bukannya diminta oleh orang lain lho, Teens. Itu adalah bukti pertanggung jawaban pada dirinya sendiri agar tetap semangat dalam studi dan juga berkarya di musik. 

Dengan adanya jadwal rutin yang dibuatnya, Kai bisa menyeimbangkan sekolah dan musik. Les music producing, main basket, hangout sama teman-teman hingga persiapan UN, semuanya lancar. "Sekarang kan mau UN, persiapan alhamdullilah masih bisa balance sama gig dan nge-DJ sama aktivitas lainnya," ujar siswa kelas 9 sekolah Mentari Bintaro ini. 

Saat ini, Kai hanya mengambil tawaran manggung di akhir pekan (dok. Instagram @daftkai)
Saat ini, Kai hanya mengambil tawaran manggung di akhir pekan (dok. Instagram @daftkai)

Sementara ini, ia pun hanya mengambil tawaran manggung di akhir pekan agar tidak mengganggu waktu sekolah. "Sementara ini ngambil gig di weekend saja soalnya kan mau UN jadi nggak mau aktivitas jadi berantakan. Tapi pernah ada gig hari Minggu dan besoknya itu ujian tengah semester jadi di waktu break gitu aku sambil belajar. Ujiannya bisa dan dapat nilai lumayan bagus," kenangnya. 

Banyak orang yang mengaitkan profesi DJ sebagai profesi dunia malam dan berhubungan dengan night club saja. Padahal hal itu nggak benar, Teens. 

"Sebenarnya DJ adalah Disc Jockey. Itu kan awalnya pekerjaan untuk mainin musik di radio. Nah, sekarang ini saja jadi baru berkembang di club dan dimana-mana. Dan aku mikirnya kayak okay fine you can play it in the club, tapi you can play it anywhere else kayak di restoran, di rumah, mau bikin event ada DJ juga bisa. Universal banget dan bukan terbatas di night club saja," jelasnya. 

Jadi DJ bisa di acara apa saja kok Teens (dok. Teen.co.id // sorasarah)
Jadi DJ bisa di acara apa saja kok Teens (dok. Teen.co.id // sorasarah)

Selama ini, Kai yang juga kadang dipanggil sebagai DaftKai pun banyak menjadi DJ di acara-acara yang lingkungannya lebih friendly. Nggak harus kerja di night club kalau mau jadi DJ kok, Teens. "Nge-DJ itu justru bisa dimana saja, kalau musik klasik harus di area besar kalau DJ bisa dimana saja, termasuk party di rumah," tutupnya. 

Kai yang masih SMP saja bisa berkarya sebagai DJ remaja dan tetap memperhatikan studinya, kalau kalian gimana Teens? 


Last Editor : Sarah Christiani
loading...
Komentar

Selamat Datang di Teen.co.id

Silahkan login/signup