Fenomena Karoshi di Jepang mencuat akibat tekanan dan beban kerja (dok. Live Work Anywhere)

Fenomena Karoshi: Saat Beban Kerja Berujung Bunuh Diri

Teens, sudah pernah mendengar soal fenomena karoshi? Memiliki pekerjaan yang cocok dengan kita memang menjadi impian setiap orang kan Teens. Kita akan menempuh pendidikan setinggi-tingginya agar bisa lebih dekat dengan pekerjaan yang diinginkan.

Sebagai anak muda tentu kita harus semangat bekerja agar bisa menjadi seseorang yang memiliki karir yang cemerlang. Akan tetapi hal itu berbeda dengan yang terjadi di Jepang nih Teens. Pasalnya di sana banyak anak muda yang bekerja terlalu keras hingga kelelahan dan memutuskan bunuh diri.

Fenomena itu disebut dengan karoshi dalam bahasa Jepang. Orang Jepang memang telah dikenal sebagai orang yang giat dan rajin. Akan tetapi, mereka juga banyak merasakan tekanan dan beban pekerjan yang besar hingga akhirnya bekerja terlalu keras.

Para pekerja yang terlalu keras bekerja pun biasanya tidak tahan dengan tekanan tersebut dan akhirnya lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya. Fenomena itu pun sudah sangat biasa terjadi di Jepang dan menjadi salah satu masalah serius di sana.

Seperti yang dilaporkan oleh CBS News pada tahun 2015 pemerintah Jepang melakukan survei mengenai banyak korban dari karoshi. Mengejutkannya ternyata sebanyak 2000 orang telah menjadi korban karena bekerja terlalu keras.

Beban pekerjaan mereka memang sangatlah banyak hingga mereka diharuskan lembur dan bekerja hingga 80 sampai 100 jam setiap bulannya. Tanpa ada bayaran lebih, tentu saja para karyawan yang biasanya masih berusia muda itu sangat stres hingga tidak tahan lagi hingga sakit ataupun bunuh diri.

Menurut yng dilaporkan oleh The Guardian, kematian karyawan yang terlalu banyak bekerja itu biasanya disebabkan karena stroke, sakit jantung dan bunuh diri. Pasalnya, mereka selalu dituntut untuk bekerja hingga lembur dan mengambil waktu libur yang singkat.

Salah satu korban karoshi adalah Matsuri Takahshi yang sengaja bunuh diri pada tahun 2015 lalu karena sudah tidak kuat menghadapi beban pekerjaan yang sangat berat. Bahkan, sebelum bunuh diri ia sempat menuliskan pesan terakhirnya di Twitter yang berbunyi, "Mungkin kematian adalah pilihan yang jauh membahagiakan."

Beberapa minggu sebelumnya Matsuri juga mengungkapkan emosinya lewat Twitter dan menulis ia ingin mati. Selain itu ia juga pernah menulis bahwa fisik dan mentalnya benar-benar sudah hancur.

Ibu Matsuri, Yukimi pernah mengatakan kepada TV lokal bahwa putrinya hanya bisa tidur selama 10 jam saja selama seminggu. Perusahaannya hanya peduli pada performa bisnis mereka dan tidak peduli terhadap kesejahteraan karyawannya.

Kematian karyawan berusia 24 tahun itu membuat perusahaan tempat bekerjanya Dentsu membuat peraturan baru dengan segera mematikan lampu kantor pada pukul 10 malam. Hal itu bertujuan agar para karyawan cepat pulang dan tidak bekerja terlalu lama di kantor.

Meski sudah banyak perusahaan yang peduli dengan fenomena karoshi tapi tetap saja masih banyak karyawan lain yang mengalami banyak tekanan saat bekerja. Mereka tidak bisa memutuskan untuk keluar dari pekerjaan dengan mudah karena takut kebutuhan keluarga tidak akan tercukupi.

Bagaimana tanggapan kalian Teens mengenai fenomena karoshi ini? Bekerja keras memang perlu, tapi jika badan dan pikiran hingga terganggu karena hal itu bukankah lebih baik untuk mulai berpikir apakah pekerjaan itu cukup baik untuk kita bukan?

Komentar

Selamat Datang di Teen.co.id

Silahkan login/signup