Ada 170 juta kepingan sampah luar angkasa yang mengancam bumi (dok. NASA)

Ada 170 Juta Kepingan Sampah Luar Angkasa yang Mengancam Bumi

Pencemaran lingkungan dan udara adalah masalah yang umum ditemui pada masa ini. Sayangnya, isu tersebut tak hanya berlaku di permukaan bumi. Pencemaran akibat ulah manusia juga terjadi di luar angkasa.

Menurut lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, setidaknya ada 170 juta kepingan sampah yang berada di orbit Bumi dengan kecepatan melebihi 27 ribu kilometer per jam. Puing-puing sampah ini tak hanya mengotori antariksa, tapi juga dapat menimbulkan bencana.

Sampah-sampah tersebut berasal dari satelit yang sudah tidak terpakai dan puing-puing roket. Negara yang bertanggung jawab menyebabkan sampah-sampah tersebut ada di orbit planet kita adalah Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Prancis, Jepang, dan India.

Rusia adalah negara penyumbang terbesar dengan jumlah 6.501 sampah. Berikutnya Amerika Serikat dnegan 6.017 sampah dan Tiongkok 3.801 sampah.

Pada tahun 2016, salah satu jendela Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) retak akibat tabrakan dengan sebuah sampah antariksa. Retakan kaca jendela ISS untungnya segera diketahui oleh astronom Tim Peake dari European Space Agency (ESA).

Retakan tersebut tidak menimbulkan masalah yang berarti. Namun jika ada puing yang lebih besar menabraknya lagi, tentu resikonya akan lebih parah, termasuk mengancam keselamatan para astronom yang berada di dalam ISS.

Kepala Pusat Penelitian Luar Angkasa Australia Ben Greene menyatakan bahwa masalah sampah luar angkasa semakin buruk setiap tahunnya. Greene menyatakan kalau saat ini hanya terdeteksi 22.000 sampah dari 170 juta sampah antariksa yang mengitari orbit Bumi.

"Kami kehilangan 3 atau 4 satelit dalam setahun akibat sampah-sampah tersebut. Jika ini terus berlanjut, menurut perkiraan NASA, segalanya akan hilang dalam rentang waktu 5-10 tahun," imbuhnya.

Ada 170 juta kepingan sampah luar angkasa yang mengancam bumi (dok. NASA)
Ada 170 juta kepingan sampah luar angkasa yang mengancam bumi (dok. NASA)

Greene mengeluhkan jika tak banyak pihak yang memberikan perhatian pada masalah tersebut. Banyak orang tidak menyadari kalau manusia sangat membutuhkan satelit untuk keperluan GPS, pengelolaan tanaman, pertahanan, dan bahkan untuk melihat kebakaran hutan.

Itu sebabnya para peneliti dari seluruh dunia berkumpul di Canberra, Australia, untuk mencari solusi mengatasi sampah di dekat orbit Bumi. Mereka akan berusaha merumuskan upaya pembersihan sampah luar angkasa terbesar yang pernah dilakukan oleh manusia.

Salah satu cara yang diusulkan dalam konsorsium tersebut adalah dengan cara menembakkan sinar laser dari bumi untuk menghancurkan puing-puing sampah dari orbit Bumi.

Komentar

Selamat Datang di Teen.co.id

Silahkan login/signup