unsplash.com

Tangan Kecil

Bel sekolah berbunyi, saatnya bergegas pulang. Mengganti seragam menjadi pakaian yang sederhana. Siang bisa menjadi waktu terik dan meneduh, tetapi tak membuat ia menyerah. Satu kotak berisikan donat ia bawa dengan penuh besar harapan. Tidak peduli celotehan teman-teman.

Sangat beruntunglah bisa menikmati masa kecil kalian, merasakan kebebasan bermain dengan teman-teman sebaya. Bersyukurlah pernah merasakan penuh hangatnya kebersamaan keluarga. Berbedalah dengan ia, si tangan kecil harus merelakan waktu bermainnya untuk berdagang dan menyisakan sedikit waktu untuk belajar dan berkumpul bersama keluarga.

Tidaklah kalian ingat, bagaimana masa kecil kalian? Apakah kalian sudah cukup berpikir untuk membantu orang tua? Tangan kecil ini sudah cukup mengerti kondisi dan situasi keluarganya.

Ia tinggal disebuah kontrakkan kecil bersama enam anggota keluarganya. Ibunya hanya kuli cuci dan bapaknya seorang petugas keamanan, lalu ia sadar bahwa harus membantu keluarganya.

Awalnya, ia hanya anak kecil biasa sama seperti lainnya. Ia seorang pelajar dan masih bersekolah tingkat dasar. Menunjuk dan meminta apa yang ia inginkan. Ego dari seorang anak kecil yang meminta balon kepada Ibunya, tidaklah hal menjadi biasa ketika ia tiba-tiba menjual balon tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Baca: Tentang Dirimu

Dari itulah ia mendapatkan uang dan keinginan untuk mencoba yang lainnya. Ia menjual donat yang tentunya sudah melewati persetujuan orang tuanya bahkan donat tersebut Ibunya yang membuat.

Setiap hari ia lalui dengan semangat dan lapang dada. Menjajahkan dagangannya di pinggir jalan. Tak terlihat ada rasa ragu sedikit pun dalam raut wajahnya. Terkadang ia tak hanya berhenti di satu tempat. Jika sepi, ia akan berkeliling sepanjang jalan yang ia tempuh. Melawan derasnya air keringat dan kenyataan.

unsplash.com
unsplash.com

Apa yang dilakukan si tangan kecil ini tidaklah salah, juga tidak membetulkan. Itu hal wajar ketika kita sebagai anak ingin membantu orang tua. Dimulai dari hal sekecil apapun, kita sebagai anak tentu yakin suatu hari nanti bisa membanggakan orang tua.

Janganlah  memandang dengan sebelah mata. Bisa saja dunia ini terbalik demikian rupa. Seperti membalikkan dunia tidak segampang membalikkan telapak tangan. Lewat tangan-tangan kecil sepertinya bisa membuat dunia lebih baik dengan caranya.

Baca: Jiwaku

Oh tuhan, kuatkanlah jiwa dan raganya. Jadikanlah ia anak yang pandai dan mudah bersyukur. Tentu tidak hal gampang menjadi dirinya menanggung beban kehidupan di usia dini. Berputar di roda kehidupan yang amat sinis. Begitulah si tangan kecil membuat perubahan untuk keluarganya.

Semoga kita bisa belajar dari kehidupan si tangan kecil agar selalu tetap bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas ridho dan rahmat-Nya. Dan semoga kita bisa tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk orang tua.

Komentar

Selamat Datang di Teen.co.id

Silahkan login/signup