Hotma Sitompoel

Kasus Pelecehan dengan Terdakwa JE, Hotma Sitompoel Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum

TEEN.CO.ID - Salah seorang tim penasihat hukum terdakwa kasus pelecehan seksual Julianto Eka Putra, pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Jawa Timur, yakni Hotma Sitompoel meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan. 

Hotma menganggap banyak pihak di luar perkara yang ikut memberikan komentar negatif tanpa dilandasi fakta yang sebenarnya.

“Kami akan ambil tindakan hukum kepada semua pihak yang ikut menghakimi terdakwa dengan opini tanpa menyertakan fakta. Semua orang sama di hadapan hukum,” tegas Hotma dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (19/7/2022).

Pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Sharon ini menjelaskan, pihaknya mengajak masyarakat untuk mengawal jalannya persidangan yang digelar terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Malang. Karena semua fakta soal kasus dugaan pencabulan yang dilakukan kliennya ada dalam persidangan. Beberapa saksi yang dihadirkan pun banyak yang menepis perbuatan terdakwa seperti yang dilaporkan.

Menurut Hotma, kasus yang menimpa pemilik SPI tersebut penuh rekayasa, bahkan telah menjadi peradilan jalanan yang telah menghakimi kliennya sebelum peradilan berjalan. Hotma menilai ada motif sakit hati dari mantan anak buah terdakwa JE karena tidak diangkat jadi direktur.

“Bahwa pelapor memiliki motif ingin menghancurkan terdakwa dan sekolah Selamat Pagi Indonesia karena pelapor sakit hati tidak terpilih menjadi direktur utama PT. Berkat Terus Berlipat,” kata Hotma yang menduga ada pihak yang memanfaatkan situasi agar SPI kemudian ditutup dan dikuasai pihak lain, sehingga terjadi peradilan jalanan.

Kasus dugaan pelecehan seksual oleh pendiri Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) JE, telah memasuki persidangan di Pengadilan negeri Malang, Jawa Timur.
Sidang telah memasuki babak akhir, yakni pada Rabu, 20 Juli 2022 memasuki pembacaan tuntutan jaksa.


Last Editor : Tubagus Guritno
Komentar