Stop Gatal Jamur Pada Kaki

Di beberapa lingkungan tempat tinggal, datangnya musim hujan memang bisa menjadi momok. Hal ini tentu saja membuat kita bersentuhan langsung dengan air maupun tempat-tempat yang sudah terkena sumber penyakit.

Dan bagian tubuh paling pertama yang bersinggungan adalah kulit, bagian tubuh dengan tingkat sensitivitas tinggi terhadap kondisi lingkungan yang tidak kondusif seperti halnya air banjir. Gejala yang paling cepat dirasakan kulit adalah gatal-gatal.

Gejala gatal-gatal pascabanjir lebih umum disebabkan oleh jamur ketimbang virus atau bakteri. Fakta menyebutkan, jamur dapat hidup di mana saja seperti di udara, tanah, dan air. Termasuk pada pakaian, tempat-tempat dengan tingkat kelembapan tinggi, dan juga tubuh manusia.

Di negara tropis seperti Indonesia, jamur mendapatkan tempat berkembang biak yang paling kondusif. Jamur di negara tropis bisa mengenai manusia dari kepala hingga ujung kaki, dari bayi hingga orang dewasa dan lanjut usia.

Sebelum mengobati, perlu diketahui terlebih dahulu ciri-ciri penyakit itu. Seseorang yang mengidapnya akan memperlihatkan peradangan dan iritasi berwarna merah yang terasa gatal pada bagian yang terserang.

Gangguan itu harus segera diatasi. Selain rasa gatal membuat pengidapnya  tidak nyaman, jika dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan penyakit yang lebih serius. Dikenal ragam gangguan jamur pada kulit seperti kutu air, panu, kadas, dan kurap.

Tujuan penyembuhan adalah untuk menghilangkan rasa gatal, menormalkan warna kulit, dan tentunya tanpa risiko efek samping mengingat kondisi kulit manusia yang sangat sensitif.

Obat-obatan topikal yang menginhibisi dermatofit dan ragi jenis miconazole, tonaftole, klotrimazol, keratolitik, antiseptik sangat dianjurkan untuk mengatasi gangguan itu. Terdapat di pasaran obat yang dapat digunakan secara mudah dan praktis mengatasi gangguan jamur. Biasanya tersedia dalam bentuk salep atau cair.


Last Editor : Tubagus Guritno
Komentar