Yang Terabaikan Menjadi Primadona

Sejak zaman dahulu, sebagian warga Kalimantan Tengah menggunakan obat-obatan tradisional yang diambil dari akar-akaran yang hidup di hutan sekitar tempat tinggal mereka.

Penggunaan obat-obatan tradisional dengan memakai tanaman berkhasiat dari hutan Kalimantan ini memang sudah dilakukan secara turun-temurun sehingga sampai sekarang ini masih banyak warga setempat menggunakan tradisi dari nenek moyang dahulu.

Akar kuning merupakan salah satu tumbuhan berupa akar sama seperti Bajakah, yang dipercaya orang bisa dijadikan obat. Akar kuning dayak atau akar kuning Kalimantan ini berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit yang berhubungan dengan gangguan fungsi hati, seperti liver, sirosis hepatis, hepatitis, dan penyakit gangguan fungsi hati lainnya.

Tanaman ini masih banyak tumbuh di hitan lahan gambut borneo. Tanaman ini juga termasuk ke dalam kelas mirip dengan akar Bajakah tetapi tanaman ini berwarna agak kuning. Akar kuning sudah terkenal sejak dahulu di Indonesia sebagai salah satu bahan obat tradisional herbal.

Akar kuning memiliki berbagai macam nama latin seperti Fibraurea tinctoria, Coscinium fenestratum, dan Fibraurea chloroleuca. Walau berbeda jenis tetapi masih memiliki khasiat yang sama.

Baru-baru ini sempat viral tumbuhan akar-akaran karena terdapat dua siswa SMA dari kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang memenangkan ajang perlombaan Internasional dengan penemuan tanaman Bajakah yang dikatakan dapat menyembuhkan kanker payudara. Namun, mereka bukanlah “Penemu Pertama” melainkan “Penemu” yang memperkenalkan tumbuhan Bajakah ini ke dunia sehingga upaya mereka sangat layak untuk diberikan apresiasi.

Jadi, sebenarnya apakah Bajakah itu?

Bajakah dalam bahasa Dayak Ngaku berarti "akar-akaran", yaitu ratusan spesies tumbuhan pembelit-pemanjat di hutan hujan Kalimantan. Nama "Bajakah" bukan spesies melainkan nama sekelompok akar-akaran.

Setiap akar-akaran tersebut mempunyai jenis dan kegunaan masing-masing. Ada jenis akar-akaran untuk obat kuat, ada jenis akar-akaran untuk obat berbagai penyakit, dan ada juga jenis akar-akaran untuk menjadi tuba/racun ikan. Pemanfaatan Bajakah untuk obat kanker sudah dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan tahun lalu dari indigenous knowledge mereka. Namun, Bajakh untuk kanker TIDAK BOLEH dikonsumsi oleh orang tanpa penyakit, karena bisa jadi kandungan bahan aktif yang kuat di dalam nya akan berbahaya.

Fakta menarik tentang Bajakah menurut masyarakat dayak, yaitu terdapat tata cara kearifan lokal di dalam mengambil obat-obatan di hutan sehingga tidak mengeksploitasi secara serakah. Sebab diyakini tanpa kearifan lokal ini maka obat tadi tidak akan memiliki khasiat bagi orang yang menggunakannya.

Namun, manfaat dari penggunaan Bajakah ini masih menjadi tanda tanya. Menurut para ahli (Dr. Ronald A. Hukom), Bajakah ini masih membutuhkan penelitian yang cukup lama bahkan bisa hingga belasan tahun. Selain itu, penggunaan obat tradisional atau herbal boleh saja digunakan sebagai pelengkap (komplementer) karena pengobatan komplementer memiliki nilai tinggi. Tetapi seringkali juga ditemukan kelemahannya, yaitu kurangnya penelitian tentang risiko, manfaat, efek samping, dan bagaimana mereka dapat berinteraksi dengan terapi standar. Terapi standar untuk kanker juga disebut terapi tradisional atau konvensional yang merujuk pada pengobatan dari Barat yang spesifik. Sedangkan terapi medis untuk kanker payudara termasuk dalam kemoterapi, terapi hormon, radiasi, dan pembedahan. Oleh karena itu, ia menyarankan agar masyarakat tidak langsung berburu akar Bajakah ini dan langsung menggunakannya sendiri. Apabila ingin menggunakan Bajakah ini, harus berkonsultasi dengan dokter yang benar-benar paham dalam penggunaan obat alternatif atau obat herbal.

Mengapa orang dayak mempercayai bajakah ini menjadi obat herbal?

Karena menurut pengalaman mereka, hal ini sudah dibuktikan dari pengalaman-pengalaman nenek moyang mereka (walaupun mereka tidak memahami secara medis pada masa itu).

Yang Perlu Diperhatikan :

                    

Cara dalam mengolah Bajakah ini secara tradisional adalah sebagai berikut ini.

1. Lebih baik akar setelah diambil dari hutan, lalu dikeringkan hingga benar-benar kering.

2. Setelah itu, dipotong sekitar 10 cm.

3. Kemudian, dibelah dan dipotong dengan ketebalan 1 cm.

Cara pemakaian untuk penyembuhan atau orang yang mengalami penyakit kanker payudara adalah sebagai berikut ini.

1. Ambil 3 bilah Bajakah yang sudah dipotong tadi.

2. Lalu direbus dengan air sebanyak 4 gelas selama 30 menit sampai menjadi 2 gelas.

3. Setelah itu di dinginkan dan diminum (pagi 1 gelas dan malam 1 gelas setiap hari nya).

Cara pemakaian untuk menjaga kesehatan adalah sebagai berikut ini.

1. Ambil 2 bilah Bajakah kemudian dimasukkan ke dalam gelas.

2. Lalu tuang air mendidih

3. Diamkan selama 30 menit

4. Setelah dingin baru diminum (1 minggu 2x)

Banyak kesaksian orang-orang yang mengalami kesembuhan dari pengobatan Bajakah ini sehingga kita juga harus menyadari bahwa Tuhan memang sudah memberikan alam ini dengan banyak tumbuhan yang dapat menyembuhkan penyakit. Hanya saja tidak dilakukan secara medis yang membuat tumbuhan menjadi terabaikan, salah satunya adalah Bajakah ini.

Oleh karena itu, kita tetap harus berhati-hati dengan berbagai penawaran mengenai pengobatan dari tanaman akar-akaran khususnya akar kuning dan bajakah yang sedang booming karena hanya orang-orang yang paham tentang tanaman atau pengobatan herbal-lah yang tahu mana yang berkhasiat atau tidak.

Jadi masyarakat Indonesia yang bijak dan kritis ya, Teens..

 

 

 

- Priskila Hanatasia Kusuma (Universitas Kristen Petra, Surabaya)


Last Editor : Tubagus Guritno
Komentar