4 Cara Jitu Melupakan Mantan Pacar

Duh, putus cinta kadang memang menyebalkan. Sudah putus, tapi tetap saja, ingin mengintip kehidupan mantan. Mulai deh stalking-stalking media sosialnya. Cari-cari tahu, dia lagi dekat dengan siapa, dia sedih juga enggak, sih, dia lagi ngapain? Ini nih gals, yang bikin kamu tersiksa sendiri. Memang enggak gampang memutuskan hubungan dengan pasangan, apalagi kalau pacarannya sudah cukup lama. Move on pun tak semudah membalikkan telapak tangan, dan enggak semua orang bisa cepat move on. But, at least, you should try it! Enggak membiarkan dirimu larut dalam kegalauan. Gimana caranya?

Menurut Rebecca Gladding, MD, penulis buku You Are Not Your Brain, kalau  kamu mengatasi periode pascaputus dengan cara yang tepat, maka kamu mampu melupakan si dia lebih cepat, bahkan bisa menggandeng pacar baru lagi dalam waktu singkat tanpa harus melewati hari demi hari penuh penyesalan dan air mata.

1.    Ikuti aturan 30 menit. Begitu terpikir untuk menghubungi mantan, pertimbangkan lagi, apakah kamu kangen dan ingin bertemu, atau  mungkin saja kamu hanya kesepian atau bosan.

"Jika kamu menghentikan kebiasaan ini dan sempat memikirkannya lagi, kamu bakal  bisa membedakan hasrat ingin bertemu atau sekadar bosan," kata Rebecca.

Gunakan aturan 30 menit. Ketika keinginan untuk mengirim SMS, menelepon, atau menemui dia begitu besar, lakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatian, seperti joging atau mengintip blog favorit. Sepertinya sederhana, namun setelah setengah jam memikirkan hal lain, kamu tak lagi ingin menghubungi si mantan.

"Keinginan itu hanya sekelebatan saja, dan kamu bisa tetap di lintasan yang benar jika bisa mengalihkan perhatian," lanjut Rebecca.

2.    Kenali pemicunya. "Kebanyakan wanita punya keinginan yang spesifik akan sesuatu yang bisa memicu ingatan dan kembali memikirkan si mantan," jelas Rebecca.

Luangkan waktu untuk memikirkan dan mengenali perilaku seperti apa yang membuat kamu merasa kelimpungan "sampai-sampai terus mengamati media sosial si mantan, mendengarkan lagu-lagu favoritmu  berdua, kembali ke restoran tempat mantan biasa membawamu" dan ambil tindakan. Mungkin ini berarti memblok post mantan di media sosial untuk sementara waktu atau membuang segala macam benda yang berkaitan dengannya ke tempat sampah.

"Kalau baru putus, kamu masih rapuh dan emosional," ungkap Rebecca.

"Membuang segala macam yang berkaitan dengan si mantan akan membantumu melupakan kepiluan".

3.    Hubungi sahabat. Salah satu pengalih perhatian terbaik? Tak lain obrolan panjang dengan sahabat. Masalahnya, curhat seperti ini bisa saja malah jadi bumerang. Jika tak terkendali, malah arahnya kepengin balik lagi.

"Pasti menyenangkan punya teman yang bisa memahami apa yang terjadi, tapi beda jika dia mendukung Anda yang terobsesi dengan mantan. Terus saja membicarakan mantan dengan menggebu-gebu, mencari berita paling anyar tentang dirinya. Jarang sekali setelah curhat begini Anda merasa lebih baik dengan status lajang," kata Rebecca mengingatkan.

"Kamu  pada akhirnya menanyakan kabar mantan, ingin tahu apakah dia sudah punya pacar baru, dan sebagainya".

Jadi jangan lupa untuk curhat kepada orang yang tepat. Orang yang bisa mengendalikan pembicaraan dan tetap fokus pada hal-hal di luar si mantan.

4.    Buat daftar. Cari dan ketahui 3 alasan utama kamu lebih baik tanpa mantan alias sendirian ketimbang meneruskan hubungan dengannya.

Apakah itu karena dia tidak cocok dengan keluargamu, atau dia tak pernah bisa mendukung kamu, atau karena dia tak punya selera film yang sama. Menarik melihat hubunganmu dengannya dengan kacamata baru. Tapi ingat, ini pandangan yang realistis.

"Begitu kamu punya kesempatan melihat dalam kerangka yang lebih besar, kamu akan lebih memahami apa yang terjadi sebenarnya. Kamu tak akan berkeinginan  kembali menjalin hubungan dengan mantan yang jela-jelas enggak tepat untukmu," pungkas Rebe

 


Last Editor : Vallesca
Komentar