Bingung Cari Gaya Berbusana Sesuai Jati Dirimu? Ini Tips-nya.

 

Apa yang  kamu pikirkan ketika mendengar kata ‘Fashion’ atau Mode? Apakah kamu  membayangkan gaya berbusana yang sedang hits saat ini, atau hanya sekedar kebutuhan untuk menunjang penampilanmu? Pernahkan terpikirkan, apa sebenarnya esensi dari sebuah fashion?

 

Fashion sendiri adalah gaya seseorang dalam berpenampilan sehari-hari. Baik dari pilihan busana yang dikenakan, sepatu, tas, hingga cara dia memadu madankannya. Saat ini, kita tahu perkembangan fashion tengah marak banget.  Semakin banyak pilihan jenis fashion yang memudahkan setiap individu  memilih style  sesuai . keinginan mereka.

Selain menjadi kebutuhan primer, menutupi tubuh dan menunjang penampilan,  fashion juga merepresentasikan hidup dan  kepribadian seseorang. Mengutip  dialog sopir limosin yang berbincang dengan Tom Hanks pada film komedi klasik: Joe Versus the Volcano “Clothes make the man.” menyadarkan kita bahwa fashion yang kita pakai, adalah alat paling mudah yang dapat digunakan orang lain untuk mengenal jati diri kita, atau menggambarkan siapa diri kita sebenarnya. Contoh paling mudah adalah jika ada seseorang yang selalu menggunakan merchandise dari suatu band, maka dengan mudah kita mengenali orang tersebut menyukai band ataupun aliran musik yang seirama dengan band tersebut. Sedangkan untuk orang yang hanya suka menggunakan kaos oblong dan celana jeans Panjang dapat digambarkan sebagai orang yang sederhana, dan simpel dalam hidupnya. Tapi pertanyaannya? Apakah setiap orang pada zaman modern ini, khususnya anak muda memahami pentingnya pilihan gaya berbusana?

Jangan jadi korban mode. Tapi pilihlah fashion statement-mu sendiri, Begini caranya!

1. Kenali Diri Sendiri

Modal awal yang harus diperhatikan adalah kenali dulu jati dirimu. Ketahui apa yang kamu sukai dan tidak kamu sukai. Apa yang membuatmu nyaman dan tidak. Kalau sudah mengenali hal-hal tersebut, fokuslah pada hal yang kamu sukai dan membuatmu nyaman. Dan ketika kamu memlilih busana, gunakan acuan apa yang kamu sukai tadi, kalau perlu sesuaikan dengan kebiasaan dan karaktermu. Contoh, kamu anaknya agak tomboi, berarti pilihan busanamu cenderung casual. Cuma supaya bergaya, kamu bisa tambahkan sedikit unsur yang ceria, playfull, dalam padu padan busana secara keseluruhannya.

2. Kenakan Icon Fashion

Setelah mengetahui jati diri kita sendiri, secara tak langsung kita bisa mengenali hal-hal kecil yang ikonis, tanpa kita sadari. Ini bisa dijadikan icon Fashion. Ketika kamu memiliki icon fashion, orang akan jauh lebih mudah mengenali kita dari apa yang sering kita kenakan itu. Contohnya, Anna Wintour yang memiliki icon style  selalu menggunakan kacamata. Ketika kita dapat mengidentifikasi pakaian yang sering kita gunakan atau bahkan lebih banyak kita miliki, hal tersebut bisa menjadi icon style yang dapat menonjolkan keunikan dari diri kita sendiri. Selain dapat menonjolkan sisi unik dari diri kita sendiri, icon style yang kita ciptakan bisa saja menjadi referensi untuk orang lain.

 

3. Cari Referensi

Hal yang dapat dilakukan selanjutnya adalah mencari referensi dari berbagai sumber. Tetapi yang perlu digaris bawahi, dalam mencari referensi,  kita tidak perlu  100 persen mengikuti apa yang ditawarkan referensi-referensi tersebut kepada kita. Kita harus tetap punya acuan sendiri fashion seperti apa yang cocok untuk  kita. Referensi ini dibutuhkan untuk memperindah, memperkaya tampilan gaya berbusana kita. Ini akan bermanfaat dalam mix and match.

4. Hindari Pakaian yang Tidak Disukai.

Jika kita telah mengetahui apa saja yang kita sukai, maka dengan mudah kita mencari dan mendapatkan apa yang cocok untuk kita pakai. Tetapi bagaimana dengan hal yang tidak kita sukai? Jika kamu menemukan beberapa barang yang ketika dipakai membuat kamu merasa tidak nyaman, lebih baik sisihkan pakaian tersebut karena kamu juga akan merasa malas menggunakanya, bahkan merasa terganggu saat mengenakannya. Selain kita harus memperhatikan jenis pakaian yang akan kita pakai, perhatikan juga warna pada pakaian yang akan dipakai. Beberapa orang memiliki personalisasi warna khusus yang sesuai dengan warna kulit mereka, jadi tidak sembarang warna akan cocok dengan diri kita. Contohnya ketika kamu merupakan orang yang ceria tetapi menggunakan pakaian dengan warna gelap akan menutup aura ceria yang kamu miliki.

5. Kenakan Pakaian Sesuai Tempat

Dalam memilih fashion, kita harus tahu sisi mana yang ingin ditonjolkan melalui pakaian yang kita kenakan. Kamu harus mengetahui bagian dari diri kamu yang paling ingin direpresentasikan. Ketika kamu sudah memahami hal ini, kamu lebih mudah untuk menentukan jenis model pakaian apa yang ingin kamu pakai. Kamu juga harus tahu arti dari pakaian yang kamu pakai, jangan sampai hanya ikut-ikutan tetapi tidak mengetahui arti dari jenis fashion tersebut. Selain itu juga kita harus mengetahui penempatan pakaian yang kita kenakan dalam acara tertentu. Pastinya kamu tidak akan mau mempermalukan dirimu sendiri dengan menggunakan baju pantai dalam acara formal, atau mengenakan setelan jas dalam kegiatan liburan. Setiap tempat yang kita kunjungi mempunyai ciri khas sendiri dalam menggunakan pakaian. 

 

Mengikuti tren adalah hal yang lumrah untuk dilakukan, tetapi kenyamanan adalah hal yang terpenting. Sebagus apapun yang kita kenakan dan walaupun pakaian yang kita kenakan sudah modern, tetapi jika kita tidak nyaman dalam mengenakannya hal itu menjadi sia-sia. Yuk! cari fashion yang sesuai dengan jati diri kamu sendiri!


Last Editor : Vallesca
Komentar